Jumat, 18 April 2014

Kewajiban Zakat sama Dengan Kewajiban Shalat

Kewajiban Mengeluarkan Zakat bagi seorang muslim adalah amal pokok dan sebanding dengan kewajiban untuk shalat. Hal ini tersirat dalam ayat-ayat AlQuran yang selalu menghubungkan Zakat dan Shalat. Bahkan Seorang Sahabat Nabi yaitu Abdullah bin mas'ud berkata,"Kalian diperintahkan mendirikan shalat dan membayar zakat, siapa yang tidak berzakat berarti tidak ada arti shalat baginya." Bukankah ini menunjukan bahwa zakat berhubungan erat dengan shalat?

Kewajiban zakat begitu pentingnya bagi seorang muslim ini, juga dapat kita lihat dalam sejarah masa khalifah  Abu Bakar. Abu Bakar As Shiddiq memberantas orang-orang yang membangkang untuk membayar zakat. Abu Bakar menganalogikan zakat dengan salat, karena pentasyri’an keduanya memang sejajar. 

Seorang muslim harus menjaga hubungan vertikal sekaligus horizontal. Hubungan vertikal (hubungan dengan Allah swt) dengan cara menunaikan Shalat, sedangkan hubungan horizontal (Hubungan dengan sesama manusia) dengan cara menunaikan zakat. Meski demikian kewajiban zakat tidak lepas dari dimensi ketuhanan (baca QS. Fushilat ayat 6-7).  

kewajiban zakat sejajar dengan kewajiban shalat

Maka di sini kewajiban seorang muslim untuk mempelajari ilmu zakat sama pentingnya dengan mempelajari ilmu sholat.

Seorang Ahli Fikih Mesir yang terkenal, yaitu Dr. Yusuf Al Qhardhawi menyatakan bahwa zakat dapat berfungsi sebagai pembeda antara keislaman dan kekafiran, antara keimanan dan kemunafikan, serta antara ketaqwaan dan kedurhakaan.
Beberapa ayat Tentang Zakat dan Shalat diantaranya:


فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَنُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ. 

Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.(QS. 9:11)


وَالْمُؤْمِنُونَوَالْمُؤْمِنَاتُبَعْضُهُمْأَوْلِيَاءبَعْضٍ يَأْمُرُونَبِالْمَعْرُوفِوَيَنْهَوْنَعَنِالْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَوَيُؤْتُونَالزَّكَاةَوَيُطِيعُونَاللّهَوَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At Taubah : 71)



وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.(QS. 98:5)

Hukuman Akherat Bagi Orang Yang tidak Berzakat


وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَـذَا مَا كَنَزْتُمْ لأَنفُسِكُمْ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ
“..Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (QS At Taubah:35)

(sumber pustaka online: fosei-ums.blogspot.com, sisbani.blogspot.com, maestrocodot.blogspot.com, )

Kamis, 17 April 2014

Cara Mengatasi Masalah Dalam Islam

Oleh  Haruna Razaq 

Ketika seorang Muslim menghadapi masalah, ia harus menyadari kenyataan bahwa ia membutuhkan intervensi dari Allah untuk memecahkan masalah dan ini hanya dapat dicapai melalui rahmat ilahi dan dengan mengikutinya  dengan berbagai macam perbuatan baik yang berbeda. Perbuatan baik mendatangkan rahmat Allah dan mengurangi kemarahan Allah, mencegah hukuman-Nya dan membuka jalan bagi solusi untuk masalah.


Perbuatan meliputi: (i) Percaya kepada Allah: Seorang Muslim yang sedang mengalami masalah tidak hanya harus percaya tetapi memperkuat keimanannya, cinta dan kedekatan dengan Allah. Harus dicatat bahwa pada poin tersebut tidak harus seorang Muslim kehilangan kepercayaan pada Allah, karena itu adalah dasar dari perbuatan lainnya dalam Islam. 

Hal ini berlaku untuk semua masalah dengan pengecualian mereka yang menderita gangguan mental yang berat atau kegilaan total. (untuk rincian, lihat Muhammad AL-Jibali, (2003): Sickness, Regulations & Exhortations hal.61) 

Baca Juga: Cara Atasi Galau

(ii) Untuk menyerahkan Masalah kepada Allah: tidak seperti non-Muslim yang biasanya menggantungkan masalah mereka ke makhluk Allah, seorang muslim harus menyerahkan masalahnya kepada Allah dan tidak untuk setiap makhluk Allah; dan harus menerima bahwa apa pun masalahnya tidak bisa lepas darinya, dan itu telah ditahbiskan sebelum dirinya diciptakan. Lihat Qur'an (57Al-Hadid: 22-23).



iii) Untuk memiliki pikiran yang baik tentang Allah (Husnuzdon): - Seorang Muslim harus menjaga pikiran yang baik tentang Tuhannya, berpaling hanya kepada-Nya dalam ibadah dan doa, mengingat kemurahan hati-Nya yang besar, dan melihat ke depan untuk berkat dan pengampunan-Nya. Jabir Bin Abdullah (RA) meriwayatkan bahwa Rasulullah (SAW) mengatakan: ". Tak satu pun dari Anda harus mati tanpa memiliki harapan yang baik kepada Allah (SWT)" 

(iv) ANTARA KETAKUTAN DAN HARAPAN: Seseorang harus secara simultan menunjukkan rasa takut (Khauf) dan harapan (Raja '): takut hukuman Allah karena dosanya, dan berharap belas kasihan Allah. Allah berfirman tentang orang percaya sejati: "Mereka memanggil Tuhan mereka dengan rasa takut dan harapan, mereka menghabiskan dari apa yang kita berikan kepada mereka." (Q32: 16). (Muhammad AL-Jibali op citp.63) .

Diterjemahkan dari vanguardngr.com - Ways of solving problems in Islam


Kamis, 10 April 2014

Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS.an Nisa’(4):103)

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,” (QS.al Baqarah(2):45)

 “Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sholat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta)mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (QS.at-Taubah(9):54)

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.al‘Ankabut(29):45)


Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat 1


Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat 2

Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat  3

Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat 4



Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat 5


Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat 6

Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat 7

Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat 8

Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat 9

Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat 11
Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat 12
Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat 13
Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat 14
Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat 15
Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat 16
Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat
Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat
Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat
Foto-Foto Inspiratif Muslim Sholat

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah.” (QS.al-Maidah(5):6)

Rabu, 02 April 2014

Tips Mengajar Anak Membaca AlQuran Dengan Menarik


Banyak orang bertanya bagaimana mengajarkan Quran kepada anak-anak . Jawabannya bisa dengan cara; mengirim mereka ke setiap masjid atau pusat Islam atau TPA, atau menyewa Qari ( guru ) bagi mereka untuk mengajar mereka Quran. Tidak peduli itu adalah cara tradisional untuk mengajar Quran, tapi Dunia terlalu cepat hari ini, begitu juga anak-anak kita. Sebagian mereka tidak mau belajar sesuatu dengan metode tradisional. Sebaliknya mereka perlu belajar dengan cara yang interaktif . 

Mereka ingin pembelajaran disertai dengan waktu yang menyenangkan. Metode pengajaran tradisional seperti mengajar Quran dari Qaida memiliki naskah hitam dan putih yang sama tidak menarik bagi sebagian anak-anak. Mengapa tidak mengajar mereka dengan metode pengajaran interaktif, penuh warna dan penuh aktivitas seperti mereka juga belajar di kelas playgroup. Ini tidak hanya akan menyenangkan bagi mereka untuk belajar pelajaran sehari-hari tetapi mereka juga akan belajar dengan menyenangkan.
Mengajari Anak AlQuran dengan Cara Menyenangkan
gambar: Sebuah AlQuran Pen Warna-warni

Ajarkan anak Anda dalam lingkungan yang ramah dan menarik yang memungkinkan mengajar mereka dengan cara yang interaktif.



  1. Buatlah dua set kartu dengan huruf Arab di satu sisi dan kosong dari sisi lain. Kemudian bermain memori (ingatna) dengan mereka dan permainan mencocokan dengan kartu-kartu.
  2. Membuat buku khusus dan berwarna-warni bagi mereka untuk belajar.
  3. Jaga rutinitas tapi pendek biarlah sekali sehari di hari kerja dan dua kali sehari pada hari libur.
  4. Selama pelajaran seringlah memuji anak-anak Anda, dan pelu mereka dengan banyak.
  5. Untuk mengajark, bentuk  Buah dan sayuran akan sangat berguna.
  6. Seringlah membuat mereka mewarnai dalam abjad.
  7. Beritahu anak Anda bahwa sesuatu yang sangat istimewa akan ada saat belajar Quran, seperti cerita yang bagus atau bermain dengan ibu atau perjalanan ke taman.
  8. Ucapkan surah pendek saat berbaring tidur. Mulai dari kalam pertama .
  9. Seringlah membaca semua surat pendek, ayat ul kursi , dua qunut dalam perjalanan ke sekolah di pagi hari. Tidak peduli Anda pergi ke sekolah dengan mobil atau Anda berjalan, dibutuhkan tidak lebih dari 12 menit untuk membaca semua . Jika Anda tidak meninggalka anak-anak Anda di sekolah, jangan khawatir bacaan ini bisa dilakukan di mana saja , kapan saja , bahkan di ayunan.
  10. Berikan anak Anda beberapa hal yang sangat khusus (bisa mainan, permainan, buku Islam, perjalanan ke beberapa tempat) ketika ia telah menghafal Surah baru atau menyelesaikan juz Quran 


Sangat sabar dan ramah untuk anak Anda sehingga ia / dia dapat belajar dengan bebas.
(sumber: www.alquranclasses.com)